MAKALAH
DESAIN DAN
STRUKTUR ORGANISASI
Hani Khairunnisa Syabani
13115021
2KA01
UNIVERSITAS
GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta karunia-Nya
kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI”.
Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak
yang telah berkontribusi dalam penyusunan makalah ini dari awal hingga akhir.
Makalah ini berisikan uraian
tentang Desain dan struktur organisasi,
khususnya tentang arti penting dari Desain dan struktur organisasi
itu sendiri.
Kami menyadari sepenuhnya
bahwa makalah ini masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun
tata bahasanya. Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat
membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami berharap
semoga makalah “Desain dan struktur organisasi” ini dapat memberikan manfaat
maupun inspirasi terhadap pembaca.
Depok, Oktober 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG 3
2.2 BATASAN
MASALAH 3
2.3 TUJUAN 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 DIMENSI
STRUKTUR ORGANISASI 4
2.2 DEPARTEMENTALISASI 4
2.3 MODEL
MODEL DESAIN ORGANISASI 5
2.4 IMPLIKASI
MANAJERIAL DALAM DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI 6
BAB
III PENUTUP
3.1
KESIMPULAN 7
DAFTAR
PUSTAKA v
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Sumber Daya Manusia merupakan faktor yang sangat
penting dalam sebuah organisasi baik organisasi dalam skala besar maupun kecil.
Dalam organisasi berskala besar, sumber daya manusia dipandang sebagai unsur
yang sangat menentukan dalam proses pengembangan usaha peran sumber daya
manusia menjadi semakin penting (Tadjudin, 1995). Perkembangan dunia usaha akan
terealisasi apabila ditunjang oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Desain
dan struktur organisasi merupakan salah satu isu dalam manajemen yang masih
cukup menarik untuk diperbincangkan hingga dewasa ini. Media massa, baik
elektronik maupun cetak, seringkali menampilkan opini dan pembicaraan yang
membahas seputar Desain dan struktur organisasi. Peran Desain dan struktur
organisasi yang sangat strategis dan penting bagi pencapaian misi, visi dan
tujuan suatu organisasi, merupakan salah satu motif yang mendorong manusia
untuk selalu menyelidiki seluk-beluk yang terkait dengan Desain dan struktur
organisasi.
1.2 BATASAN
MASALAH
Karena cakupan komunikasi sangat luas, maka kami
membataskan tentang dimensi, departementalisasi, model dan implikasi manajerial
Desain dan struktur organisasi.
1.3 TUJUAN
Berdasarkan
latar belakang seperti diatas maka akan timbul beberapa
tujuan penelitian
sebagai berikut :
1. Memberi
pengetahuan seputar Desain dan struktur organisasi
2. Mengetahui
defenisi dari Desain dan struktur organisasi
3. Mengetahui
tentang implikasi manajerial dalam Desain dan struktur organisasi
BAB 2
PEMBAHASAN
1.
Dimensi
Struktur Organisasi.
Empat desain keputusan
(pembagian kerja, pendelegasian kewenangan, pembagian departemen, dan rentang
kendali) menghasilkan struktur organisasi, Para peneliti dan praktisi manajemen
berusaha untuk mengembangkan pemahaman mengenai hubungan antar struktur dan
kinerja, sikap, keefektifan, dan variabel lainnya. Secara umum, gambaran
mengenai struktur meliputi formalisasi, sentralisasi, dan kerumitan.
a. Formalisasi.
Formalisasi mengacu derajat
dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan, ditulis
dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat prosedur dan
aturan yang ketat dalam setiap kegiatan / pekerjaan di dalam organisasi. Dengan
demikian, semakin formal suatu organisasi, maka semakin ketat pula aturan dan
prosedur kerja. Formalisasi merupakan hasil dari spesialisasi kerja yang
tinggi, pendelegasian kewenangan yang tinggi, pembagian departemen berdasarkan
fungsi, dan luasnya rentang kendali.
b. Sentralisasi.
Sentralisasi merupakan
dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana kewenangan untuk
mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan sentralisasi
dengan empat desain keputusan adalah sebagai berikut : Semakin tinggi
spesialisasi kerja, semakin besar sentralisasi, Semakin sedikit kewenangan yang
didelegasikan, semakin besar sentralisasi, Semakin besar penggunaan departemen
berdasarkan fungsi, semakin besar sentralisasi, Semakin luas rentang kendali,
semakin besar sentralisasi.
c. Kerumitan.
Kerumitan (complexity)
adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan atau unit
yang berbeda dalam organisasi.
2.
Departementalisasi.
Departementalisasi adalah
proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk
departementalisasi sebagai berikut :
|
1. Fungsi
2. Produk atau jasa
3. Wilayah
|
4. Langganan
5. Proses atau peralatan
6. Waktu
|
7. Pelayanan
8. Alpa-numeral
9. Proyek atau matriks
|
Departementalisasi
fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan
sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Organisasi fungsional ini
barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar
departementalisasi.
Kebaikan utama pendekatan
fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-
funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian
organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap
fungsi-fungsi.
Pendekatan fungsional
mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik
antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang
berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota
berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.
Departementalisasi Divisional :Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk).
Departementalisasi Divisional :Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk).
Divisionalisasi produk
adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai
teknologi pemrosesan dan metode-metode pemasaran yang sangat berbeda satu
dengan yang lain dalam organisasi. Sturktur organisasi divisional atas dasar
wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga disebut
depertementalisasi daerah , regional atau geografis , adalah pengelompokkan
kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana
satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.
3.
Model-model
Desain Organisasi.
Pada penerapannya, model
desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan
Desain organisasi orgranik.
1. Desain Organisasi
Mekanistik.
Proses kepemimpinan tidak
mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
Proses komunikasi
berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung
terganggu tidak akurat.
Proses interaksi bersifat
tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode
departemental.
Proses pengambilan keputusan
hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
Proses kendali dipusatkan
dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.
2. Desain Organisasi Organik.
Proses kepemimpinan mencakup
persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam
segala persoalan.
Proses motivasi berusaha
menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
Proses pengambilan keputusan
dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
Proses kendali menyeber ke
seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.
Desain organisasi yang
efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan
manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain
organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit di dalamnya.
4.
Implikasi
Manajerial Desain dan Struktur Organisasi.
Dapat menghasilkan struktur
atau susunan yang berkualitas didalam suatu organisasi, karena ada teori yang
mengatakan posisi adalah kualitas maka setiap orang yang menempati posisi yang
ia kuasai dalam suatu organisasi akan menghasilkan kontribusi besar dalam suatu
organisasi tersebut. itulah alasan mengapa diperlukan implikasi manajerial
desain dan struktur organisasi.
Referensi :
DAFTAR
PUSTAKA
HERU
PURNOMO., SE., MM , DIKTAT KULIAH Teori Organisasi Umum 2

thanks ilmu nya kaka
ReplyDeleteIzin pemakaian kak untuk pembelajaran
ReplyDeleteSaya01@.
ReplyDelete