October 16, 2017

Manusia Vs. Komputer

        Di jaman millenial ini dunia seakan terbalik. Manusia yang awalnya menciptkan kecerdasan buatan lewat komputer justru saat ini kalah oleh komputer dalam berbagai aspek. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Penasaran kan? Yuk kita simak artikel berikut ini.

     Mungkinkah membuat mesin menjadi cerdas? Mungkin. Sudah terbukti bahwa komputer dapat melakukan pekerjaan layaknya manusia bahkan bisa lebih baik, cepat, dan tepat dibandingkan manusia.

          Mungkinkah  membuat mesin yang lebih cerdas dari manusia? Mungkin, bahkan google memprediksi robot akan benar – benar mencapai kecerdasan manusia pada 2029, nanti diprediksi akan ada ASI yaitu Artificial Super-Intellegence. ASI dimana mesin lebih cerdas dan lebih kuat dari manusia yang nantinya manusia bisa mengunggah kesadaran mereka ke mesin.

          Mengapa bisa lebih cerdas? Komputer bisa lebih cerdas dari manusia karena kecerdasannya yang bersifat permanen, berbeda dengan manusia yang sifatnya pelupa. Komputer juga mudah untuk diduplikasi, pengetahuan yang terdapat di komputer dapat dipindahkan dengan mudah dari satu komputer ke komputer lain. Selain itu biaya menggunakan komputer lebih murah dibandingkan dengan mendatangkan seseorang yang menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang lama. Kelebihan lainnya yaitu komputer bersifat konsisten sedangkan kecerdasan alami sering berubah-ubah. Proses yang dibutuhukan kompuer untuk menyelesaikan pekerjaan juga leih cepat dibandingkan manusia. Tapi, kecerdasan manusia pun memiliki keunggulan yang tidak dapat dikalahkan komputer yaitu manusia kreatif dan memiliki kemampuan untuk menambah pengetahuan, sedangkan komputer harus dirancang oleh manusia bila ingin melakukan upgrade. Satu lagi kelebihan manusia adalah pemikirannya yang dapat digunakan secara luas sedangkan kecerdasan komputer sangat terbatas.

          Tahun 1950 Alan Turing, seorang pionir AI dan ahli matematika Inggris melakukan percobaan Turing Test. Percobaan terebut menempatkan software AI di ujung satu dan diujung lain ditempati oleh seorang operator. Operator itu tidak mengetahui bahwa di ujung terminal lain dipasang software AI. Mereka berkomunikasi dimana di AI memberikan respon terhadap pertanyaan yang diajukan operator. Operator mengira bahwa ia sedang berkomunikasi dengan operator lainnya. Turing beranggapan bahwa jika mesin dapat membuat seseorang percaya bahwa dirinya berkomunikasi dengan orang lain, maka dikatakan bahwa mesin tersebut cerdas seperti layaknya manusia.

   Terdapat metode untuk mengimplementasikan mesin  menjadi cerdas. Dalam membuat aplikasi kecerdasan buatan ada 3 bagian yang sangat utama yaitu Basis Pengetahuan dan Mesin Inferensi dan Antarmuka Pengguna. Penerapan konsep kecerdasan buatan yaitu Basis Pengetahuan akan memahami fakta- fakta berupa informasi tentang situasi permasalahan kemudian Mesin inferensi akan memutuskan rule yang akan digunakan sehingga akan diberikan output, jawaban dan solusi. Bagian yang lain dari kecerdasan komputer yaitu antarmuka pengguna sebagai pengendali masukan dan keluaran. User interface melayani user mulai dari tanya jawab untuk mendapatkan fakta yang dibutuhkan oleh inference engine sampai menampilkan output yang merupakan kesimpulan dan solusi.


Daftar Pustaka

Muhammad Dahria, Kecerdasan Buatan (Artifficial Intellegence). Jurnal SAINTIKOM Vol. 5, No. 2 Agustus 2008.
Dythia Novianty.Suara.com, Robot Bakal “Berkuasa”, Kehidupan Manusia Berakhir pada 2015?. 1 Agustus 2017. http://www.suara.com/tekno/2017/08/01/105127/robot-bakal-berkuasa-kehidupan-manusia-berakhir-pada-2045

January 29, 2017

Pemanfaatan Teknologi Masa Kini : Internet Banking

Dewasa ini internet merupakan hal yang sangat penting dan menjadi kebutuhan primer bagi setiap individu. Hal itu saya alami sendiri hingga saya rasa dunia tidak berputar apabila tidak ada internet. Bisa di bayangkan bila 1 hari saja dunia ini kehilangan internet sepertinya bisa kacau balau dunia ini. Mengapa dunia bisa kacau balau bila tidak ada internet? Karena transfer uang di hampir semua belahan dunia kini bergantung pada internet. Absennya internet membuat transaksi online akan lumpuh dan berdampak pada kerugian besar dan akhirnya berdampak kepada berbagai sektor lain. Salah satunya pada sektor e-commerce. Jual beli online saat ini sudah sangat merakyat, termasuk di Indonesia. Minus internet dalam satu hari saja, para pedagang online akan kehilangan pemasukan hingga USD 2 juta atau setara dengan Rp 26 miliar lebih. Ketiadaan internet juga akan memberi dampak besar bagi ratusan juta pengguna situs-situs e-commerce, baik luar negeri atau dalam negeri.
Nah sekarang kebayang kan kalau misalnya 1 hari saja internet musnah dari dunia ini bisa berdampak kerugian pada banyak sektor. Karena pentingnya internet saat ini, sekarang saya akan membahas tentang pemanfaatan teknologi masa kini khususnya  tentang INTERNET BANKING.

Pengertian Internet Banking 


Internet banking merupakan suatu bentuk pemanfaatan media internet oleh bank untuk mempromosikan dan sekaligus melakukan transaksi secara online, baik dari produk yang sifatnya konvensional maupun yang baru. Internet banking sebagai bentuk  pelayanan bank melalui media internet. Kehadiran internet banking telah menyebabkan efisiensi penyelenggaraan kegiatan usaha bank sangat tinggi. Internet banking  memiliki tiga tahap pelayanan yang ditawarkan kepada nasabah, yaitu layanan informasi (informational) dimana bank hanya menyediakan informasi jasa keuangan dalam websitenya, komunikasi (communicational) dimana dalam website tersebut juga memungkinkan nasabah untuk dapat berkomunikasi dengan bank, transaksi (transactttional/advance) dimana sudah memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksitransaksi keuangan virtual seperti, transfer dana, pengecekan saldo ataupun jenis pembayaran. 
Dalam dunia perbankan memanfatkan perkembangan teknologi dengan menghadirkan layanan perbankan dalam bentuk internet banking. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi didunia perbankan relatif lebih maju dibandingkan sektor lainnya. Berbagai jenis teknologi diantaranya Automted Teller Machine (ATM),  Banking Application System, Real Time Gross Settlement System, System Kliring Eektronik dan Internet Banking.    Antusiasme nasabah Indonesia menggunakan layanan internet banking juga terlihat pada situs BCA, Mandiri, dan BNI. Ketiga situs tersebut masuk dalam peringkat 100 top website Indonesia versi alexa.com (layanan pemeringkat situs).

Menurut Sri Maharsi dan Fenny (2006), internet banking memberikan keuntungan bagi nasabah dan bank. Bagi nasabah internet banking menawarkan kemudahan dan kecepatan dalam melakukan transakasi perbankan. Keuntungan bagi bank adalah internet banking dapat menjadi solusi murah pengembangan infrastruktur dibandingkan dengan membuka outlet ATM. Contohnya klik bca saat ini telah menggantikan fungsi 160 ATM dan menghemat biaya percetakan formulir yang harus diisi nasabah untuk bertransaksi, brosur, katalog, dan menggantinya dengan data elektronik.

Tidak hanya berdampak positif, internet banking juga membuka peluang timbulnya kejahatan menggunakan internet banking. Dari survey Nielsen (2001), Indonesia menempati peringkat keenam terbesar dunia atau keempat di Asia dalam tindak kejahatan internet dengan menggunakan fasilitas internet banking di Indonesia. Seperti contoh pada kasus BCA beberapa waktu yang lalu berupa penipuan registrasi melalui website palsu yang mirip dengan alamat situs resminya BCA serta pembobolan rekening nasabah BCA dengan menggunakan klik bca. Risiko (risk) transaksi dan kelengkapan fitur layanan internet banking merupakan hal yang sangat dipertimbangkan dalam melakukan transaksi maya (virtual) karena jarak, kemampuan teknologi dalam memfasilitasi transaksi, layanan yang tidak bertatap muka dengan teller/customer service dan banyak hal yang dipertimbangkan nasabah bank dalam transaksi melalui internet banking.



Pemanfaatan internet banking yang saya alami sendiri adalah ketika dalam keadaan mendesak teknologi ini sangat membantu saya apabila ada keperluan mendadak untuk transfer. Dari yang saya rasakan sebagai nasabah bisa dibilang teknologi ini sangat jenius karena yang tadinya kita harus repot repot pergi ke bank, kemudian mengantri berjam - jam ke teller bank untuk melakukan transaksi kini dengan mudah dapat melakukan transaksi dalam jentikan jari. Teknologi ini memungkinkan nasabah untuk melakukan berbagai transakasi dengan mudah, cepat dan hemat. Internet banking merupakan solusi yang sangat tepat mengingat biaya transfer uang via internet hanya menghabiskan kurang dari Rp 10 ribu. Sementara transfer lewat teller bank bisa menghabiskan biaya Rp 50 ribu lebih.

Hal lain yang saya alami sendiri dari kecanggihan teknologi ini adalah ketika saya ketinggalan dompet. Karena kecanggihannya teknologi, kini bila saya ketinggalan dompet dan tidak membawa uang sama sekali saya bisa dengan mudah mengisi uang elektronik melalui internet banking dan nantinya uang elektronik tersebut bisa digunakan untuk mengambil uang tunai, belanja di supermarket, naik transportasi online, hingga membayar parkiran pun bisa dan masih banyak hal lain yang bisa dilakukan hanya dengan modal internet banking saja.




Internet banking juga sangat membantu saya saat melakukan jual beli online. Dulu sebelum ada internet banking kita harus tatap muka langsung dalam melakukan transaksi. Kita harus mengatur janji terlebih dahulu, bertemu lalu uang diberikan dan barang diterima atau kita harus pergi ke bank dulu untuk transfer dana kemudian menunggu penjual pergi ke bank untuk memastikan bahwa uang kita masuk baru setelah itu barang di proses. Tentu saja itu sangat tidak efektif dan memerlukan waktu yang sangat lama. Namun saat ini dengan adanya e-banking transaksi e-commerce pun dipermudah bahkan tidak sampai 5 menit pun bisa selesai. Pembeli hanya tinggal mencapture bukti transfer dari e-banking dan dikirim ke penjual lalu setelah penjual menerima bukti transfer barang akan langsung dikirim dengan mudahnya.
Itulah pemanfaatan teknologi e-banking yang saya alami semoga dengan adanya tulisan ini dapat mengingatkan kita semua betapa bersyukurnya kita dengan teknologi yang ada saat ini. Terimakasih karena telah membaca tulisan ini hingga akhir dan semoga tullisan ini dapat bermanfaat dan memberikan inspirasi kepada pembaca.

Sumber:
Fita Pertiwi, Vidya Vitta Adhivinna, Jurnal Pengaruh Risiko, Manfaat dan Kemudahan Penggunaan Terhadap Kepercayaan Nasabah Dalam Menggunakan Internet Banking di Yogyakarta



Comments System

Disqus Shortname