KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta karunia-Nya
kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Kepemimpinan”. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak
terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan
makalah ini dari awal hingga akhir.
Makalah ini berisikan uraian
tentang kepemimpinan, khususnya tentang arti penting dari kepemimpinan
itu sendiri.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa
makalah ini masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata
bahasanya. Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat
membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami berharap
semoga makalah “Kepemimpinan” ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi
terhadap pembaca.
Depok, Oktober 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG 3
2.2 BATASAN
MASALAH 3
2.3 TUJUAN 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 TEORI
DAN ARTI PENTING KEPEMIMPINAN 4
2.2 TIPOLOGI
KEPEMIMPINAN 4
2.3 FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI KEPEMIMPINAN 5
2.4 IMPLIKASI
MANAJERIAL DALAM KEPEMIMPINAN 6
BAB
III PENUTUP
3.1
KESIMPULAN 7
DAFTAR
PUSTAKA v
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Sumber Daya Manusia merupakan faktor yang sangat
penting dalam sebuah organisasi baik organisasi dalam skala besar maupun kecil.
Dalam organisasi berskala besar, sumber daya manusia dipandang sebagai unsur
yang sangat menentukan dalam proses pengembangan usaha peran sumber daya
manusia menjadi semakin penting (Tadjudin, 1995). Perkembangan dunia usaha akan
terealisasi apabila ditunjang oleh sumber daya manusia yang berkualitas.
Kepemimpinan merupakan salah satu isu dalam manajemen yang masih cukup menarik
untuk diperbincangkan hingga dewasa ini. Media massa, baik elektronik maupun
cetak, seringkali menampilkan opini dan pembicaraan yang membahas seputar
kepemimpinan. Peran kepemimpinan yang sangat strategis dan penting bagi
pencapaian misi, visi dan tujuan suatu organisasi, merupakan salah satu motif
yang mendorong manusia untuk selalu menyelidiki seluk-beluk yang terkait dengan
kepemimpinan
1.2 BATASAN
MASALAH
Karena cakupan komunikasi sangat luas, maka kami
membataskan tentang arti penting, tipe, dan implikasi manajerial kepemimpinan.
1.3 TUJUAN
Berdasarkan
latar belakang seperti diatas maka akan timbul beberapa
tujuan penelitian
sebagai berikut :
1. Memberi
pengetahuan seputar kepemimpinan
2. Mengetahui
defenisi dari kepemimpinan
3. Mengetahui
tipe kepemimpinan
4. Mengetahui
faktor yang mempengaruhi kepemimpinan
5. Mengetahui
tentang implikasi manajerial dalam kepemimpinan
BAB 2
PEMBAHASAN
1. Teori
dan Arti Penting Kepemimpinan.
Menurut
Wahjosumidjo (1999: 79) bahwa seorang pemimpin
memiliki kecerdasan, pertanggung jawaban, sehat dan memiliki sifat sifat
antara lain Dewasa, keleluasaan hubungan sosial, motivasi diri dan dorongan
prestasi serta sikap hubungan kerja kemanusiaan. Sebaliknya dalam realitas sosial
modern, juga dikenal pemimpin karismatik, terutama dalam lingkungan sosial dan
politik. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai antara lain
pendidikan dan pelatihan, disiplin kerja, kompensasi, iklim organisasi, sistem
jenjang karier, motivasi, kepemimpinan. Dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah
proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepadapengikutnya dalam
upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah
“melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima
ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai
bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
Teori-teori Kepemimpinan
Teori kepemimpinan pada
umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin
dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain : Latar belakang
sejarah pemimpin dan kepemimpinan Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban
manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa.
Sebab-sebab munculnya pemimpin, antara lain :
a. Seseorang ditakdirkan lahir
untuk menjadi pemimpin. Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan
pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.
b. Seseorang menjadi pemimpin
bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui
pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan.
Untuk mengenai persyaratan
kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan, lingkungan dan
kemampuan.
Teori-teori dalam Kepemimpinan.
a. Teori Sifat
Teori ini bertolak dari
dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh
sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar
pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang
berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan
pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai
atau ciri-ciri di dalamnya.
Ciri-ciri ideal yang perlu
dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah: – pengetahuan
umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme,
fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan; – sifat inkuisitif, rasa
tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan,
keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik,
kapasitas integratif; – kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik,
menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting,
keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.
Walaupun teori sifat
memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak
selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas
kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita
renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai
berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan
oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.
b. Teori Perilaku.
Dasar pemikiran teori ini
adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan
kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan.
·
Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku, yaitu:
Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.
Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.
·
Berorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin
yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan
atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan
serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan
perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan
penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan
penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan. Pada sisi lain, perilaku pemimpin
menurut model leadership continuum
pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan
berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur
melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap
bawahan/hubungan kerja. Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak
dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner,
1978:442-443)
c. Teori Situasional.
Keberhasilan seorang
pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan
perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan
situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan
ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu
menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah :
·
Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;
·
Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan
·
Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
·
Norma yang dianut kelompok;
·
Rentang kendali;
·
Ancaman dari luar organisasi;
·
Tingkat stress;
·
Iklim yang terdapat dalam organisasi
2. Tipologi Kepemimpinan
Tipologi kepemimpinan
disusun dengan titik tolak interaksi personal yang ada dalam kelompok .
Tipe-tipe pemimpin dalam tipologi ini dapat dikelompokkan dalam kelompok tipe
berdasarkan jenis-jenisnya antara lain:
a. Tipe Otokratis
Seorang pemimpin yang
otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut:
Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi
dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak
mau menerima kritik, saran dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan
formalnya, Dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang
mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.
b. Tipe Militeristis
Perlu diperhatikan terlebih
dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda
dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe
militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : Dalam
menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan, Dalam
menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya, Senang
pada formalitas yang berlebih-lebihan, Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku
dari bawahan, Sukar menerima kritikan dari bawahannya, Menggemari
upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
c. Tipe Paternalistis.
Seorang pemimpin yang
tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri
sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa,
bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan
kepada bawahannya untuk mengambil keputusan, jarang memberikan kesempatan
kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif, jarang memberikan kesempatan
kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya, dan sering
bersikap maha tahu.
d. Tipe Karismatik.
Hingga sekarang ini para
ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki
karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik
yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya
sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan
mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Karena kurangnya pengetahuan
tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering
hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib
(supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat
dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. Gandhi bukanlah seorang yang kaya,
Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat, John F Kennedy adalah
seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu
terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak dapat
digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng”.
e. Tipe Demokratis.
Pengetahuan tentang
kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang
paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan
ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan
selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang
termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan
organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang
menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha
mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas
memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat
kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat
kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain,
selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan
berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
3. Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Kepemimpinan
Dalam melaksanakan tugas
kepemimpinan mempengaruhi orang atau kelompok menuju tujuan tertentu, kita
pemimpin, dipengaruhi oleh beberapa factor. Factor-faktor itu berasal dari diri
kita sendiri, pandangan kita terhadap manusia, keadaan kelompok dan situasi
waktu kepemimpina kita laksanakan. Orang yang memandang kepemimpinan sebagai
status dan hak untuk mendapatkan fasilitas, uang, barang, jelas akan
menunjukkan praktek kepemimpinan yang tidak sama dengan orang yang mengartikan
kepemimpinan sebagai pelayanan kesejahteraan orang yang dipimpinnya. Factor-faktor
yang berasal dari kita sendiri yang mempengaruhi kepemimpinan kita adalah
pengertian kita tentang kepemimpinan, nilai atau hal yang kita kejar dalam
kepemimpinan, cara kita menduduki tingkat pemimpin dan pengalaman yang kita
miliki dalam bidang kepemimpinan.
4. Implikasi Manajerial Kepemimpinan
dalam Organisasi
Sebab yang terjadi bila implikasi manajerial
kepemimpinan dalam organisasi adalah akan menciptakan kepemimpinan yang baik
karna adanya proses manajemen yang direncakan, karena induk dari sebuah
perusahaan adalah pemimpin jadi bila pemimpin nya berkualitas maka perusahaan
tersebut akan menjukukan kualitasnya.
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulakn
bahwa segala sesuatu yang dikatakan, dilakukan dan segala perasaan yang
ditunjukkan adalah diamati oleh orang lain dan memiliki pengaruh terhadap
organisasi. Para pemimpin mewarisi tanggung jawab untuk memberi teladan perilaku
yang diinginkan bukan hanya untuk memberi manfaat bagi organisasi, tetapi juga
bagi manfaat orangorang yang mereka bimbing. Di sepanjang sejarah, model-model
memiliki pengaruh yang penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan manusia.
Seperti yang terbukti benar pada seluruh agama dan pemerintahan yang sukses;
para pemimpin memodelkan standar, iklim dan ekspektasi bagi organisasi.
(Scarnati, 2002)
Dengan demikian, kredibilitas
pemimpin mempunyai peranan penting, karena bawahan atau pengikut akan bersedia
menerima kepemimpinan seseorang setelah mempunyai persepsi bahwa pemimpin
organisasi kredibel, kemudian baru mengikuti langkah-langkah pemimpin dalam
mencapai tujuan organisasi.
DAFTAR
PUSTAKA
HERU
PURNOMO., SE., MM , DIKTAT KULIAH Teori Organisasi Umum 2
Marudut Marpaung , PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN TEAM WORK
TERHADAP KINERJA KARYAWAN
Susilo Toto Raharjo,
Durrotun Nafisah , ANALISIS PENGARUH
GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA, KOMITMEN ORGANISASI DAN KINERJA KARYAWAN

No comments:
Post a Comment