KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta karunia-Nya
kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pengambilan Keputusan”. Tidak lupa kami juga mengucapkan
banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dalam
penyusunan makalah ini dari awal hingga akhir.
Makalah ini berisikan uraian
tentang pengambilan keputusan, khususnya
tentang arti penting dari pengambilan keputusan itu sendiri.
Kami menyadari sepenuhnya
bahwa makalah ini masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun
tata bahasanya. Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat
membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami berharap
semoga makalah “Pengambilan Keputusan” ini dapat memberikan manfaat maupun
inspirasi terhadap pembaca.
Depok, Oktober 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG 3
2.2 BATASAN
MASALAH 3
2.3 TUJUAN 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 DEFINISI
DAN DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN 4
2.2 JENIS-JENIS
KEPUTUSAN ORGANISASI 4
2.3 FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN 5
2.4 IMPLIKASI
MANAJERIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN 6
BAB
III PENUTUP
3.1
KESIMPULAN 7
DAFTAR
PUSTAKA v
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Indonesia dikenal sebagai Negara yang penuh dengan
keanekaragaman,Indonesia terdiri dari suku bangsa yang beranekaragam, memiliki
bahasa dan budaya yang beranekaragam, serta memiliki sejumlah permasalahan yang
beranekaragam, mulai dari permasalahan social, politik, ekonomi, dan lain-lain.
Dalam menghadapi permasalahan-permasalahan tersebutmaka diperlukan pengambilan
keputusan yang cepat dan tepat. Proses pengambilan keputusan yang cepat dan
tepat dilakukan agar mendapatkan penyelesaian atau paling tidak mengurangi
tingkat permasalahan yang terjadi. Kegiatan pembuatan keputusan meliputi
pengindentifikasian masalah, pencarian alternatif penyelesaian masalah,
evaluasi daripada alternatif-alternatif tersebut, dan pemilihan alternatif
keputusan yang terbaik.
1.2 BATASAN
MASALAH
Karena cakupan komunikasi sangat luas, maka kami
membataskan tentang arti penting, jenis dan proses, komunikasi efektif, dan
implikasi manajerial.
1.3 TUJUAN
Berdasarkan
latar belakang seperti diatas maka akan timbul beberapa
tujuan penelitian
sebagai berikut :
1. Memberi
pengetahuan seputar pengambilan keputusan
2. Mengetahui
defenisi dari pengambilan keputusan
3. Mengetahui
jenis keputusan organisasi
4. Mengetahui
faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan
5. Mengetahui
tentang implikasi manajerial dalam pengambilan keputusan
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Definisi dan Dasar pengambilan keputusan.
Keputusan adalah hasil pemecahan
masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal itu berkaitan dengan jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan mengenai ‘apa yang harus dilakukan’ dan seterusnya
mengenai unsur-unsur perencanaan.
Definisi Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan dapat dianggap
sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa
pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang
tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan
final. Keluarannya bisa berupa suatu tindakan (aksi) atau suatu opini terhadap
pilihan.
Definisi Pengambilan Keputusan
Menurut Para Ahli :
·
Menurut
George R. Terry pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku
(kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.
·
Menurut
Sondang P. Siagian pengambilan
keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif
yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan
tindakan yang paling cepat.
·
Menurut
James A. F. Stoner pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk
memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.
Dari definisi diatas dapat
disimpulkan bahwa pengambilan keputusan itu adalah suatu cara yang
digunakan untuk memberikan suatu pendapat yang dapat menyelesaikan suatu
masalah dengan cara / teknik tertentu agar dapat lebih diterima oleh semua
pihak.
Dasar Pengambilan Keputusan :
Menurut George R.Terry dan Brinckloe
disebutkan dasar-dasar pendekatan dari pengambilan keputusan yang dapat
digunakan yaitu :
1. Intuisi
Pengambilan keputusan yang
didasarkan atas intuisi atau perasaan memiliki sifat subjektif sehingga mudah
terkena pengaruh. Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi ini mengandung
beberapa keuntungan dan kelemahan.
2. Pengalaman
Pengambilan keputusan berdasarkan
pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena pengalaman
seseorang dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat diperhitungkan untung
ruginya terhadap keputusan yang akan dihasilkan. Orang yang memiliki banyak
pengalaman tentu akan lebih matang dalam membuat keputusan akan tetapi,
peristiwa yang lampau tidak sama dengan peristiwa yang terjadi kini.
3. Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan
fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, maka
tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat lebih tinggi, sehingga
orang dapat menerima keputusan-keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang
dada.
4. Wewenang
Pengambilan
keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap
bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih
rendah kedudukannya. Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang ini juga
memiliki kelebihan dan kekurangan.
5. Logika/Rasional
Pengambilan keputusan yang
berdasarkan logika ialah suatu studi yang rasional terhadap semuan unsur pada
setiap sisi dalam proses pengambilan keputusan. Pada pengambilan keputusan yang
berdasarkan rasional, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih
transparan, konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala
tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa
yang diinginkan.
Pada pengambilan keputusan secara
logika terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
·
Kejelasan
Masalah
·
Orientasi
Tujuan : “Kesatuan pengertian tujuan
yang ingin dicapai”
·
Pengetahuan
Alternatif : “Seluruh alternatif diketahui jenisnya dan konsekuensinya”
·
Preferensi
yang jelas : “Alternatif bisa diurutkan sesuai kriteria”
·
Hasil
Maksimal : “Pemilihan alternatif terbaik didasarkan atas hasil ekonomis yang
maksimal”
2.2 Jenis-jenis keputusan Organisasi
Jenis keputusan dalam sebuah
organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk
mengambil keputusan tersebut, bagian mana organisasi harus dapat melibatkan
dalam mengambil keputusan dan pada bagian organisasi mana keputusan tersebut
difokuskan.
2.2.1
Keputusan
Pribadi dan Keputusan Organisasi.
Salah
satu dari pengelompokkan itu adalah membedakan keputusan antara keputusan
pribadi dan keputusan organisasi. Keputusan pribadi menunjuk pada keputusan
yang dibuat seseorang sebagai individu sehingga akibat atau pengaruh dari
keputusan itu tertuju pada individu itu sendiri dan kehidupan pribadinya.
Banyak dari keputusan pribadi ini tidak memiliki arti yang penting dan memiliki
kaitan yang kecil dengan lingkungan kegiatan atau aktifitas di dalam
organisasi. Pada sisi yang lain, terdapat keputusan organisasi. Keputusan
organisasi merupakan keputusan yang berkaitan dengan berbagai aktifitas,
kebijakan, pelaksanaan kegiatan yang ada di dalam organisasi. Keputusan
organisasi berkisar dari hal-hal yang kecil sampai dengan hal-hal yang besar
dan berdampak luas misalnya perubahan peraturan dasar organisasi, perluasan
kegiatan dan sebagainya.
2.2.2 Keputusan Rutin dan Tidak
Rutin
·
Keputusan
Rutin
Keputusan Rutin adalah Keputusan
yang sifatnya rutin dan berulang-ulang serta biasanya telah dikembangkan untuk
mengendalikannya.
·
Keputusan
tidak Rutin
Keputusan tidak Rutin adalah
Keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin.
2.2.3. Keputusan Perorangan dan
Keputusan Kelompok
Dilihat dari pihak yang membuat
keputusan dapat dibedakan antara keputusan yang dibuat perorangan dan keputusan
yang dibuat oleh kelompok. Perbedaan ini merupakan sesuatu yang cukup penting
dan masing-masing memiliki implikasi yang berbeda.
2.3 Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
Menurut George R.Terry (1989)
faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan sebagai
berikut:
1. Hal-hal yang berwujud maupun tidak
berwujud, yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan
keputusan;
2. Setiap keputusan nantinya harus
dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi;
3. Setiap keputusan janganlah
berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain;
4. Jarang sekali ada 1 pilihan yang
memuaskan;
5. Pengambilan keputusan merupakan
tindakan mental. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi
tindakan fisik;
6. Pengambilan keputusan yang efektif
membutuhkan waktu yang cukup lama;
7. Diperlukan pengambilan keputusan
yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik;
8. Setiap keputusan hendaknya
dikembangkan, agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul; dan
9. Setiap keputusan itu merupakan
tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.
Kemudian terdapat 6 faktor lain yang
juga ikut mempengaruhi pengambilan keputusan, yaitu :
1. Fisik
Didasarkan pada rasa yang dialami
pada tubuh, seperti rasa tidak nyaman, atau kenikmatan. Ada kecenderungan
menghindari tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang, sebaliknya memilih
tingkah laku yang memberikan kesenangan.
2. Emosional
Didasarkan pada perasaan atau sikap.
Orang akan bereaksi pada suatu situasi secara subjective.
3. Rasional
Didasarkan pada pengetahuan
orang-orang mendapatkan informasi, memahami situasi dan berbagai
konsekuensinya.
4. Praktikal
Didasarkan pada keterampilan
individual dan kemampuan melaksanakan. Seseorang akan menilai potensi diri dan
kepercayaan dirinya melalui kemampuanya dalam bertindak.
5. Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh jaringan
sosial yang ada. Hubungan antar satu orang keorang lainnya dapat mempengaruhi
tindakan individual.
6. Struktural
Didasarkan pada lingkup sosial,
ekonomi dan politik. Lingkungan mungkin memberikan hasil yang mendukung atau
mengkritik suatu tingkah laku tertentu.
2.4 Implikasi Manajerial dalam
Pengambilan Keputusan
Proses Pengambilan Keputusan dalam
partisipatif dalam organisasi sekolah Manajerial yang baik. Rendahnya kemapuan
kepala sekolah akan berpengaruh terhadap perolehan dukungan dari masyarakat
khususnya dukungan dalam mengambilan keputusan yang dikeluarkan sekolah terkait
dengan kebijakan dan rencana program pengembangan sekolah.
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jika
dilihat sekilas dari ulasan di atas, kiranya dapat ditarik benang merah bahwa pengambilan
keputusan merupakan proses yang selalu dihadapi dan dijalani oleh setiap manusia
dalam hidup bermasyarakat. Keputusan itu dibuat dengan satu atau tujuan yang
hendak dicapai. Pengambilan keputusan
mencakup pula pengertian tindakan menemukan dan mengembangkan serta menganalisa
tindakan-tindakan alternatif. Dalam pengertian yang terakhir ini, pengambilan
keputusan merupakan suatu aktifitas yang terjadi pada tingkat organisasi. Dari
uraian di atas nampak sangat jelas bahwa pengertian pengambilan keputusan atau
decision making memiliki arti yang cukup luas dan menunjuk pada berbagai macam
perilaku yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tersebut, baik yang
bersifat personal maupun organisasional.
DAFTAR
PUSTAKA
HERU
PURNOMO., SE., MM , DIKTAT KULIAH Teori Organisasi Umum 2
Heriani Wailid, STUDI KASUS PENGAMBILAN KEPUTUSAN, Evaluasi
Program BLSM (Bantuan LangsungSementara)
Elisa, Pengambilan Keputusan dalam Organisasi, elisa.ugm.ac.id/user/.../40f8b13353f462901cc06067cf641ac8

No comments:
Post a Comment