October 30, 2016

MAKALAH PENGAMBILAN KEPUTUSAN

MAKALAH
PENGAMBILAN KEPUTUSAN





Hani Khairunnisa Syabani
13115021
2KA01






UNIVERSITAS GUNADARMA

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pengambilan Keputusan”. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan makalah ini dari awal hingga akhir.
Makalah ini berisikan uraian tentang pengambilan keputusan, khususnya tentang arti penting dari pengambilan keputusan itu sendiri.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami berharap semoga makalah “Pengambilan Keputusan” ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Depok, Oktober 2016




Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTARi
DAFTAR ISIii
BAB I PENDAHULUAN
1.1       LATAR BELAKANG 3
2.2       BATASAN MASALAH 3
2.3       TUJUAN 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1       DEFINISI DAN  DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN 4
2.2       JENIS-JENIS KEPUTUSAN ORGANISASI 4
2.3       FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN 5
2.4       IMPLIKASI MANAJERIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN 6
BAB III PENUTUP
3.1       KESIMPULAN 7
DAFTAR PUSTAKA v





















BAB 1

PENDAHULUAN


1.1   LATAR BELAKANG
Indonesia dikenal sebagai Negara yang penuh dengan keanekaragaman,Indonesia terdiri dari suku bangsa yang beranekaragam, memiliki bahasa dan budaya yang beranekaragam, serta memiliki sejumlah permasalahan yang beranekaragam, mulai dari permasalahan social, politik, ekonomi, dan lain-lain. Dalam menghadapi permasalahan-permasalahan tersebutmaka diperlukan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Proses pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dilakukan agar mendapatkan penyelesaian atau paling tidak mengurangi tingkat permasalahan yang terjadi. Kegiatan pembuatan keputusan meliputi pengindentifikasian masalah, pencarian alternatif penyelesaian masalah, evaluasi daripada alternatif-alternatif tersebut, dan pemilihan alternatif keputusan yang terbaik.

1.2  BATASAN MASALAH
Karena cakupan komunikasi sangat luas, maka kami membataskan tentang arti penting, jenis dan proses, komunikasi efektif, dan implikasi manajerial.

1.3   TUJUAN
Berdasarkan latar belakang seperti diatas maka akan timbul beberapa
tujuan penelitian sebagai berikut :
1.    Memberi pengetahuan seputar pengambilan keputusan
2.    Mengetahui defenisi dari pengambilan keputusan
3.    Mengetahui jenis  keputusan organisasi
4.    Mengetahui faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan
5.    Mengetahui tentang implikasi manajerial dalam pengambilan keputusan



BAB 2
PEMBAHASAN

2.1  Definisi dan  Dasar pengambilan keputusan.
Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal itu berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai ‘apa yang harus dilakukan’ dan seterusnya mengenai unsur-unsur perencanaan.
Definisi Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final. Keluarannya bisa berupa suatu tindakan (aksi) atau suatu opini terhadap pilihan.

Definisi Pengambilan Keputusan Menurut Para Ahli :
·         Menurut George R. Terry pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.
·         Menurut Sondang P. Siagian pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling cepat.
·         Menurut James A. F. Stoner pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan itu adalah  suatu cara yang digunakan untuk memberikan suatu pendapat yang dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara / teknik tertentu agar dapat lebih diterima oleh semua pihak.

Dasar Pengambilan Keputusan :
Menurut George R.Terry dan Brinckloe disebutkan dasar-dasar pendekatan dari pengambilan keputusan yang dapat digunakan yaitu :
1.  Intuisi
Pengambilan keputusan yang didasarkan atas intuisi atau perasaan memiliki sifat subjektif sehingga mudah terkena pengaruh. Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi ini mengandung beberapa keuntungan dan kelemahan.
2. Pengalaman
Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena pengalaman seseorang dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat diperhitungkan untung ruginya terhadap keputusan yang akan dihasilkan. Orang yang memiliki banyak pengalaman tentu akan lebih matang dalam membuat keputusan akan tetapi, peristiwa yang lampau tidak sama dengan peristiwa yang terjadi kini.
3. Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan-keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.
4. Wewenang
Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.
5. Logika/Rasional
Pengambilan keputusan yang berdasarkan logika ialah suatu studi yang rasional terhadap semuan unsur pada setiap sisi dalam proses pengambilan keputusan. Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasional, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan.

Pada pengambilan keputusan secara logika terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
·      Kejelasan Masalah
·      Orientasi Tujuan :  “Kesatuan pengertian tujuan yang ingin dicapai”
·      Pengetahuan Alternatif : “Seluruh alternatif diketahui jenisnya dan konsekuensinya”
·      Preferensi yang jelas : “Alternatif bisa diurutkan sesuai kriteria”
·      Hasil Maksimal : “Pemilihan alternatif terbaik didasarkan atas hasil ekonomis yang maksimal”


2.2  Jenis-jenis keputusan Organisasi
Jenis keputusan dalam sebuah organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengambil keputusan tersebut, bagian mana organisasi harus dapat melibatkan dalam mengambil keputusan dan pada bagian organisasi mana keputusan tersebut difokuskan.

2.2.1        Keputusan Pribadi dan Keputusan Organisasi.
Salah satu dari pengelompokkan itu adalah membedakan keputusan antara keputusan pribadi dan keputusan organisasi. Keputusan pribadi menunjuk pada keputusan yang dibuat seseorang sebagai individu sehingga akibat atau pengaruh dari keputusan itu tertuju pada individu itu sendiri dan kehidupan pribadinya. Banyak dari keputusan pribadi ini tidak memiliki arti yang penting dan memiliki kaitan yang kecil dengan lingkungan kegiatan atau aktifitas di dalam organisasi. Pada sisi yang lain, terdapat keputusan organisasi. Keputusan organisasi merupakan keputusan yang berkaitan dengan berbagai aktifitas, kebijakan, pelaksanaan kegiatan yang ada di dalam organisasi. Keputusan organisasi berkisar dari hal-hal yang kecil sampai dengan hal-hal yang besar dan berdampak luas misalnya perubahan peraturan dasar organisasi, perluasan kegiatan dan sebagainya.

2.2.2 Keputusan Rutin dan Tidak Rutin
·         Keputusan Rutin
Keputusan Rutin adalah Keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang serta biasanya telah dikembangkan untuk mengendalikannya.
·         Keputusan tidak Rutin
Keputusan tidak Rutin adalah Keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin.

2.2.3. Keputusan Perorangan dan Keputusan Kelompok
Dilihat dari pihak yang membuat keputusan dapat dibedakan antara keputusan yang dibuat perorangan dan keputusan yang dibuat oleh kelompok. Perbedaan ini merupakan sesuatu yang cukup penting dan masing-masing memiliki implikasi yang berbeda.

2.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
Menurut George R.Terry (1989) faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan sebagai berikut:
1.      Hal-hal yang berwujud maupun tidak berwujud, yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan;
2.      Setiap keputusan nantinya harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi;
3.      Setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain;
4.      Jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan;
5.      Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi tindakan fisik;
6.      Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang  cukup lama;
7.      Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik;
8.      Setiap keputusan hendaknya dikembangkan, agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul; dan
9.      Setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.

Kemudian terdapat 6 faktor lain yang juga ikut mempengaruhi pengambilan keputusan, yaitu :
1.      Fisik
Didasarkan pada rasa yang dialami pada tubuh, seperti rasa tidak nyaman, atau kenikmatan. Ada kecenderungan menghindari tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang, sebaliknya memilih tingkah laku yang memberikan kesenangan.
2.      Emosional
Didasarkan pada perasaan atau sikap. Orang akan bereaksi pada suatu situasi secara subjective.
3.      Rasional
Didasarkan pada pengetahuan orang-orang mendapatkan informasi, memahami situasi dan berbagai konsekuensinya.
4.      Praktikal
Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakan. Seseorang akan menilai potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui kemampuanya dalam bertindak.
5.      Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang keorang lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual.
6.      Struktural
Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan politik. Lingkungan mungkin memberikan hasil yang mendukung atau mengkritik suatu tingkah laku tertentu.

2.4  Implikasi Manajerial dalam Pengambilan Keputusan
Proses Pengambilan Keputusan dalam partisipatif dalam organisasi sekolah Manajerial yang baik. Rendahnya kemapuan kepala sekolah akan berpengaruh terhadap perolehan dukungan dari masyarakat khususnya dukungan dalam mengambilan keputusan yang dikeluarkan sekolah terkait dengan kebijakan dan rencana program pengembangan sekolah.

BAB 3
PENUTUP

3.1   Kesimpulan

Jika dilihat sekilas dari ulasan di atas, kiranya dapat ditarik benang merah bahwa pengambilan keputusan merupakan proses yang selalu dihadapi dan dijalani oleh setiap manusia dalam hidup bermasyarakat. Keputusan itu dibuat dengan satu atau tujuan yang hendak dicapai. Pengambilan keputusan mencakup pula pengertian tindakan menemukan dan mengembangkan serta menganalisa tindakan-tindakan alternatif. Dalam pengertian yang terakhir ini, pengambilan keputusan merupakan suatu aktifitas yang terjadi pada tingkat organisasi. Dari uraian di atas nampak sangat jelas bahwa pengertian pengambilan keputusan atau decision making memiliki arti yang cukup luas dan menunjuk pada berbagai macam perilaku yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tersebut, baik yang bersifat personal maupun organisasional.



DAFTAR PUSTAKA

HERU PURNOMO., SE., MM , DIKTAT KULIAH Teori Organisasi Umum 2
Heriani Wailid, STUDI KASUS PENGAMBILAN KEPUTUSAN, Evaluasi Program BLSM (Bantuan LangsungSementara)
Elisa, Pengambilan Keputusan dalam Organisasi, elisa.ugm.ac.id/user/.../40f8b13353f462901cc06067cf641ac8




October 28, 2016

Inovasi Teknologi Informasi Saat Ini



Hello good readers! Kali ini saya akan membahas mengenai trend inovasi TI saat ini. Memasuki abad millenium, perkembangan teknologi dan informasi begitu cepat dan berdampak pada banyak bidang. teknlogi, komunikasi, dan banyak bidang lainnya tidak terkecuali di bidang TI.

Kali ini saya akan membahas tentang 2 inovasi yang digunakan banyak orang saat ini yaitu:

1) E-money
Perkembangan teknologi dan informasi sebagaimana dibahas di awal paragraf juga menciptakan kemajuan di bidang perekonomian terkhususnya sistem pembayaran. Semakin murahnya komputer serta meluasnya penggunaan internet didukung kondisi di abad ini yang menuntut keseluruhan sistem agar dapat bekerja secara efektif dan praktis membuat akhirnya memunculkan suatu inovasi dalam sistem pembayaran yang disebut dengan pembayaran secara elektronik.
Pembayaran secara elektronik ini menggantikan alat pembayaran cek untuk membayar tagihan-tagihan baik bersifat mikro maupun ritel. Tidak hanya itu saja, bahkan akhir-akhir ini muncul suatu inovasi dalam bidang instrument pembayaran yang diciptakan untuk menggantikan alat pembayaran berupa uang tunai. Instrument pembayaran ini disebut e-money(electronic money). E-money dipercaya mempunyai kelebihan dibanding uang tunai seperti lebih cepat dan lebih mudah. Di masa depan uang elektronik (electronic money) akan menjadi fenomenal karena akan mempermudah transaksi, apalagi setelah semua pelaku bisnis dapat menerima pembayaran secara eleltronik. Tetapi tentu perkembangan teknologi ini juga akan menjadi ancaman bagi perkembangan pembayaran secara elektronik, karena semakin maraknya kejahatan berbasis teknologi.



Beberapa kelebihan dari Uang Elektronik(e-money) 
a. Cepat dan nyaman. Dibandingkan dengan uang tunai, tentu e-money lebih cepat dan lebih nyaman khususnya untuk transaksi yang bernilai kecil. Nasabah tidak perlu lagi membawa uang pas dan menyimpan kembalian. 
b. Proses transaksi lebih singkat daripada menggunakan kartu kredit ataupun kartu debit karena prosesnya tidak memerlukan otorisasi on-line, tanda tangan maupun PIN. Juga menghemat biaya komunikasi karena proses off-line
c. Pengisian ulang electronic value ke dalam kartu e-money dapat dilakukan dalam berbagai sarana yang disediakan oleh issuer. 

Sedangkan kelemahan/resiko dari e-money antara lain : 
a. Keamanan. Berkembangnya teknologi, juga dimanfaatkan oleh para penjahat teknologi (cyber crime). Uang yang terdapat dalam kartu e-money dapat hilang karena dicuri. Hilangnya uang elektronik tidak menjadi tanggung jawab penerbit. 
b. Resiko kebingungan. Belum semua nasabah/pengguna memahami dengan jelas pnggunaan uang elektronik dikarenakan rumitnya peraturan yang mengaturnya. 

2) E-government
Electronic government (egovernment) berhubungan dengan penggunaan teknologi informasi (seperti wide area network, Internet dan mobile computing) oleh organisasi pemerintahan yang mempunyai kemampuan membentuk hubungan dengan warga Negara, bisnis dan organisasi lain dalam pemerintahan.
Di sisi lain, Pemerintah Federal Amerika Serikat mendefinisikan egovernment secara ringkas, padat dan jelas, yaitu e-government adalah penggunaan informasi pemerintah dan layanan online melalui internet dan alat digital lainnya. Serta definisi lain dikemukakan, Zweers and Planque, yaitu e-government berhubungan dengan penyediaan informasi, layanan atau produk yang disiapkan secara elektronis, dengan dan oleh pemerintah, tidak terbatas tempat dan waktu, menawarkan nilai lebih untuk partisipasi pada semua kalangan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa e-government adalah suatu mekanisme interaksi baru (modern) antara pemerintah dengan masyarakat dan kalangan lain yang berkepentingan (stakeholder). Kedua, melibatkan penggunaan teknologi informasi terutama internet. Ketiga, tujuan yang akan dicapai adalah memperbaiki mutu atau kualitas pelayanan terhadap masyarakat.

Jenis-jenis electronic government(e-government) dapat dibagi menjadi tiga  kelas utama, yaitu :
1. Publikasi
Sebuah komunikasi satu arah, dimana pemerintah mempublikasikan berbagai  data dan informasi yang dimilikinya untuk dapat segara, langsung dan bebas diakses oleh masyarakat dan pihak-pihak lain yang berkepentingan melalui internet.
2. Interaksi
Pada kelas ini, komunikasi dua arah antara pemerintah dengan mereka yang berkepentingan.Ada dua jenis aplikasi yang biasa digunakan.Pertama, bentuk portal dimana situs terkait memberikan fasilitas searching bagi mereka yang ingin mencari data atau informasi secara spesifik.Kedua, pemerintah menyediakan kanal dimana masyarakat dapat melakukan diskusi dengan unitunit tertentu yang berkepentingan, baik secara langsung maupun tidak.
Sumber

Analisis Permintaan Uang Elektronik (E-Money) Terhadap Velocity Of Money (Perputaran Uang) Di Indonesia Silitonga, Tritoguna http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/41616/5/Chapter%20I.pdf


http://ejournal.ip.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2015/10/JURNAL%20AYU%20fix%20(10-15-15-02-37-23).pdf

Comments System

Disqus Shortname