November 13, 2016

MAKALAH BUDAYA, KREATIVITAS DAN INOVASI

MAKALAH
BUDAYA, KREATIVITAS DAN INOVASI



Hani Khairunnisa Syabani
13115021
2KA01






UNIVERSITAS GUNADARMA


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “BUDAYA, KREATIVITAS DAN INOVASI”. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan makalah ini dari awal hingga akhir.
Makalah ini berisikan uraian tentang Budaya, kreativitas dan inovasi, khususnya tentang arti penting dari Budaya, kreativitas dan inovasi itu sendiri.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami berharap semoga makalah “Budaya, kreativitas dan inovasi” ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Depok, Oktober 2016




Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTARi
DAFTAR ISIii
BAB I PENDAHULUAN
1.1       LATAR BELAKANG3
2.2       BATASAN MASALAH3
2.3       TUJUAN3
BAB II PEMBAHASAN
2.1       PENGERTIAN DAN FUNGSI BUDAYA ORGANISASI4
2.2       TIPOLOGI BUDAYA ORGANISASI4
2.3       KREATIFITAS INDIVIDU DAN TEAM 5
2.4       PROSES INOVASI 6
BAB III PENUTUP
3.1       KESIMPULAN7
DAFTAR PUSTAKAv

BAB 1

PENDAHULUAN


1.1   LATAR BELAKANG
Sumber Daya Manusia merupakan faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi baik organisasi dalam skala besar maupun kecil. Dalam organisasi berskala besar, sumber daya manusia dipandang sebagai unsur yang sangat menentukan dalam proses pengembangan usaha peran sumber daya manusia menjadi semakin penting (Tadjudin, 1995). Perkembangan dunia usaha akan terealisasi apabila ditunjang oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Budaya, kreativitas dan inovasi merupakan salah satu isu dalam manajemen yang masih cukup menarik untuk diperbincangkan hingga dewasa ini. Media massa, baik elektronik maupun cetak, seringkali menampilkan opini dan pembicaraan yang membahas seputar Budaya, kreativitas dan inovasi. Peran Budaya, kreativitas dan inovasi yang sangat strategis dan penting bagi pencapaian misi, visi dan tujuan suatu organisasi, merupakan salah satu motif yang mendorong manusia untuk selalu menyelidiki seluk-beluk yang terkait dengan Budaya, kreativitas dan inovasi.
1.2  BATASAN MASALAH
Karena cakupan komunikasi sangat luas, maka kami membataskan tentang pengertian, tipologi, proses inovasi budaya, kreativitas dan inovasi.

1.3   TUJUAN
Berdasarkan latar belakang seperti diatas maka akan timbul beberapa
tujuan penelitian sebagai berikut :
1.    Memberi pengetahuan seputar budaya, kreativitas dan inovasi
2.    Mengetahui defenisi dari Budaya, kreativitas dan inovasi
3.    Mengetahui tentang proses inovasi Budaya, kreativitas dan inovasi




BAB 2
PEMBAHASAN

1.      Pengertian dan Fungsi Budaya Organisasi.

Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya.

Fungsi Budaya Organisasi
Fungsi budaya pada umumnya sukar dibedakan dengan fungsi budaya kelompok atau budaya organisasi, karena budaya merupakan gejala sosial. Menurut Ndraha (1997 : 21) ada beberapa fungsi budaya, yaitu :
1.       Sebagai Identitas dan Citra suatu Masyarakat
2.      Sebagai Pengikat suatu Masyarakat
3.      Sebagai Sumber
4.      Sebagai Kekuatan Penggerak
5.      Sebagai Kemampuan untuk Membentuk Nilai Tambah
6.      Sebagai Pola Perilaku
7.      Sebagai Warisan
8.     Sebagai Pengganti Formalisasi
9.      Sebagai Mekanisme Adaptasi terhadap Perubahan
10.  Sebagai proses yang menjadikan bangsa Kongruen dengan negara sehingga terbentuk Nation – State

Sedangkan menurut Robbins (1999:294) fungsi budaya didalam sebuah organisasi adalah :
1.       Budaya mempunyai suatu peran menetapkan tapal batas
2.      Budaya berarti identitas bagi suatu anggota organisasi
3.      Budaya mempermudah timbulnya komitmen
4.      Budaya meningkatkan kemantapan sistem social

2.      Tipologi Budaya Organisasi.

Pengertian Tipologi merupakan suatu pengelompokan bahasa berdasarkan ciri khas tata kata dan tata kalimatnya (Mallinson dan Blake,1981:1-3).
Tipologi budaya organisasi bertujuan untuk menunjukkan aneka budaya organisasi yang mungkin ada di realitas, Tipologi budaya organisasi dapat diturunkan dari tipologi organisasi misalnya dengan membagi tipe organisasi dengan membuat tabulasi silang antara jenis kekuasaan dengan jenis keterlibatan individu di dalam organisasi.

Jenis kekuasaan dan keterlibatan individu dalam organisasi dibagi menjadi :
1. Organisasi Koersif
adalah organisasi di mana para anggota organisasi harus mematuhi apapun peraturan yang diberlakukan.
2. Organisasi Remuneratif/Utilitarian
adalah organisasi di mana para anggota diperlakukan secara adil dalam pekerjaan dan hasil sesuai dengan standart atau ketentuan yang yang disepakati bersama oleh anggota organisasi
3. Organisasi Normatif
adalah organisasi di mana para anggota organisasinya memberikan kontribusi tinggi pada komitmen karena menganggap organisasi adalah sama dengan tujuan diri mereka sendiri.

3.      Kreativitas Individu dan Team

Kreativitas dengan inovasi itu berbeda. Kreativitas  merupakan pikiran untuk menciptakan sesuatu yang baru,  sedangkan  inovasi adalah  melakukan  sesuatu yang baru. Hubungan  keduanya  jelas. Inovasi merupakan aplikasi praktis dari kreativitas. Dengan  kata lain, kreativitas bisa merupakan variabel bebas, sedangkan inovasi adalah variabel tak bebas. Dalam praktek bisnis sehari-hari, ada perencanaan yang meliputi  strategi,  taktik, dan eksekusi. Dalam  pitching  konsultansi atau agency, sering terdengar keluhan bahwa secara konseptual apa yang  disodorkan agency bagus, tetapi strategi itu tak  berdampak pada  perusahaan  karena  mandek di  tingkat  eksekusi.  Mengapa? Sebab, strategi bisa ditentukan oleh seseorang, tetapi  eksekusinya  harus  melibatkan  banyak orang, mulai  dari  atasan  hingga bawahan. Di sinilah mulai ada gesekan antarkaryawan, beda persepsi hingga ke sikap penentangan.
Itu sebabnya, tak ada perusahaan yang mampu berinovasi  secara konsisten  tanpa  dukungan karyawan yang bisa  memenuhi  tuntutan persaingan. Hasil pengamatan kami menunjukkan, perusahaan-perusahaan  inovator sangat memperhatikan masalah  pelatihan  karyawan, pemberdayaan, dan juga sistem reward untuk meng-create daya pegas inovasi.  Benih-benih inovasi akan tumbuh baik  pada  perusahaan-perusahaan  yang selalu menstimulasi karyawan, dan  mendorong  ke arah ide-ide bagus. Melalui program pelatihan, sistem reward, dan komunikasi,  perusahaan terus berusaha untuk  mendemokratisasikan inovasi.


DAFTAR PUSTAKA

HERU PURNOMO., SE., MM , DIKTAT KULIAH Teori Organisasi Umum 2



No comments:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname